Pengukuhan Ketua IAI Wilayah Riau Priode 2008-2012
Diskusi dan Rapat Kerja, Pengurus Baru
Pengurus IAI Wilayah Riau periode 2008 – 2012 rencananya dikukuhkan oleh Dewan Pengurus Nasional IAI dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Riau, di Pekanbaru, Kamis, 22 Januari 2009. Seusai pengukuhan, acara dilanjutkan dengan dialog publik dan rapat kerja pengurus. Ke depan ini terasa berat tantangan yang dihadapi. Hal ini ditandai terjadinya krisis lanjutan sejak akhir tahun lalu, khususnya di sektor ekonomi dan keuangan global. Mau tak mau, suka atau tidak suka, perubahan-perubahan kondisi dan ketentuan di bidang pengelolaan keuangan negara tentu membawa berbagai tantangan yang menuntut ketersediaan sistem yang teruji serta kesiapan SDM aparatur yang memiliki kompetensi di bidang keuangan dan akuntansi.
Di daerah ada beberapa tantangan: keterlambatan penyusunan APBD dan laporan keuangan; ketidakpatuhan dan ketidaksesuaian penyusunan pelaporan keuangan dengan standar-standar akuntansi yang lazim dan ketentuan yang berlaku; masih terdapatnya kelemahan dalam penyelenggaraan sistem pengendalian internal; fakta bahwa opini akuntan (khususnya dari BPK) terhadap laporan keuangan di Riau yang belum satu pun WTP; masih kurangnya pemahaman mengenai kerangka konseptual akuntansi dan pelaporan keuangan sesuai standar akuntansi yang lazim berlaku.
Oleh karena itu, sangat diperlukan akselarasi dan rencana tindak perubahan manajemen di bidang akuntansi/keuangan negara dan auditing. IAI sebagai wadah profesi akuntansi yang kompeten antara lain diberi amanah untuk berperan aktif ikut membantu pemerintah dan dunia usaha dalam menyiapkan strategi pengelolaan keuangan negara/daerah/badan usaha sejalan dengan pilar utama tata kelola yang baik.
Kepengurusan IAI Riau Periode 2008-2012 diisi dari akuntan pemerintah (yang berkerja di perwakilan BPK, perwakilan BPKP, Pemda dan instansi vertikal), akuntan publik (KAP), akuntan manajemen (yang bekerja di badan usaha) dan akuntan pendidik (yang bekerja di universitas). Ada pun cakupan wilayah kerja IAI Riau meliputi Propinsi Riau dan Propinsi Kepri. Sampai saat ini, di Propinsi Riau diperkirakan terdapat lebih dari 150 orang akuntan, sedangkan di Propinsi Kepri kurang 50 orang.
Di daerah ada beberapa tantangan: keterlambatan penyusunan APBD dan laporan keuangan; ketidakpatuhan dan ketidaksesuaian penyusunan pelaporan keuangan dengan standar-standar akuntansi yang lazim dan ketentuan yang berlaku; masih terdapatnya kelemahan dalam penyelenggaraan sistem pengendalian internal; fakta bahwa opini akuntan (khususnya dari BPK) terhadap laporan keuangan di Riau yang belum satu pun WTP; masih kurangnya pemahaman mengenai kerangka konseptual akuntansi dan pelaporan keuangan sesuai standar akuntansi yang lazim berlaku.
Oleh karena itu, sangat diperlukan akselarasi dan rencana tindak perubahan manajemen di bidang akuntansi/keuangan negara dan auditing. IAI sebagai wadah profesi akuntansi yang kompeten antara lain diberi amanah untuk berperan aktif ikut membantu pemerintah dan dunia usaha dalam menyiapkan strategi pengelolaan keuangan negara/daerah/badan usaha sejalan dengan pilar utama tata kelola yang baik.
Kepengurusan IAI Riau Periode 2008-2012 diisi dari akuntan pemerintah (yang berkerja di perwakilan BPK, perwakilan BPKP, Pemda dan instansi vertikal), akuntan publik (KAP), akuntan manajemen (yang bekerja di badan usaha) dan akuntan pendidik (yang bekerja di universitas). Ada pun cakupan wilayah kerja IAI Riau meliputi Propinsi Riau dan Propinsi Kepri. Sampai saat ini, di Propinsi Riau diperkirakan terdapat lebih dari 150 orang akuntan, sedangkan di Propinsi Kepri kurang 50 orang.
Rencananya, seusai acara pembukaan dan pengukuhan pengurus, IAI Wilayah Riau menaja sebuah diskusi publik, dengan topiknya: Bagaimana Memahami Laporan Keuangan: Perpsektif Akuntan dan non-Akuntan. Para panelis terdiri dari kalangan akademisi dan praktisi di bidangnya. Panelis pertama, Prof. Dr. Ilya Avianti (Staf Ahli BPK RI, anggota DPN IAI, akademisi dan praktisi akuntansi), yang membahas laporan keuangan dari perspektif akuntan/auditor. Panelis kedua, Drs. Mambang Mit (Wagub Riau), yang menyorot laporan keuangan dari perpektif pengguna . Panelis ketiga, Drs. Nurdin, Ak. (anggota DPRD Riau), yang menyorot laporan keuangan dari perspektif pengguna sebagai legislator daerah. Panelis keempat, M. Sigit (salah satu Direktur KPK RI), yang membahas laporan keuangan dari perpektif pencegahan dan penindakan. Diskusi ini dimoderatori oleh Prof. Dr. Ashaluddin Jalil (Rektor UNRI).
Setelah acara diskusi, pada siang harinya dilanjutkan dengan acara rapat kerja pengurus yang membahas konsolidasi internal/keanggotaan serta visi dan program kerja ketua IAI terpilih untuk periode 2008-2012 (lihat hal. 4), yang diharapkan menghasilkan rencana strategis tahun 2008-2012 dan program kerja tahunan.
Pada acara pengukuhan dan diskusi ini diperkirakan hadir sebanyak 250 orang peserta/undangan yang terdiri dari para akuntan/mahasiswa S-1 akuntansi/ekonomi di Riau dan Kepri, para Kepala/Wakil Kepala Daerah, Ketua/Wakil/Anggota DPRD se-Riau, para Sekretaris Daerah/pimpinan SKPD/pejabat yang mengelola keuangan dan pengawasan daerah, para akademisi dan sejumlah LSM.***
Setelah acara diskusi, pada siang harinya dilanjutkan dengan acara rapat kerja pengurus yang membahas konsolidasi internal/keanggotaan serta visi dan program kerja ketua IAI terpilih untuk periode 2008-2012 (lihat hal. 4), yang diharapkan menghasilkan rencana strategis tahun 2008-2012 dan program kerja tahunan.
Pada acara pengukuhan dan diskusi ini diperkirakan hadir sebanyak 250 orang peserta/undangan yang terdiri dari para akuntan/mahasiswa S-1 akuntansi/ekonomi di Riau dan Kepri, para Kepala/Wakil Kepala Daerah, Ketua/Wakil/Anggota DPRD se-Riau, para Sekretaris Daerah/pimpinan SKPD/pejabat yang mengelola keuangan dan pengawasan daerah, para akademisi dan sejumlah LSM.***
